Suatu saat pelajaran Agama Islam, pak Rofiq guru Agama Islam, njelaskne bab Wudhu. Wudhu digawe nyuceni wong sing duwe hadast kecil naliko arep sholat. Mat Pithi Jr, salah sijine murid takon ngene , “ Pak berarti Agama Islam itu tidak konsekwen ya!”
“Maksud mu gimana” tanya pak Rofiq. “Begini pak, kalau kita kentut kan yang kentut di belakang, tapi kenapa yang di basuh pada saat wudhu malah mukanya, kok bukan bagian yang kentut?” Lanjut si Mat Pithi Jr tambahsemangat... “ nah berarti kan Islam bisa dikatakan tidak konsekwen yaPak!!?”
Sak wise meneng sedilut, pak Rofing njawab kanthi kalem, “Apa kalau kamu sakit mata yang di suntik itu juga MATAMU!!??” .
Miturutsi empunya cerita Jawaban pak rofiq kanthi penekanan neng tembung matamu karo gaya (....nuwun sewu pak rofiq......) ke-bencong-bencongan.....
Dalam perjalanan menuju ke kantor Mat Pithi seperti biasa ia naik bis Kota langganannya. Setiap pagi pada jam kerja pasti bis ny penuh sesak. Namun seperti biasa Mat Pithi selalu memperoleh tempat duduksehingga dia terbebas dari upacara bendera di dalam bis kota.
Ditengah perjalanan naiklah seorang ibu muda dengan menggendong bayinya yang masiih kecil. Rupanya si Ibu tadi tidak memperoleh tempat duduk shingga dia harus berdiri beberapa lama. Melihat hal ini, Mat Pithi luluh juga hatinya.
” Silahkan duduk disini Bu, biar tidak capek.” ujar Mat Pithi sopan sambil berdiri memberikan tempat duduknya ke ibu tadi.
”Terima kasih Pak!” jawab si ibu dengan sopan.
Setelah duduk tidak ada suara apapun dari kedua mulut, yang terdengar hanyalah suara deru mesin bis disertai suara sumbang pengamen yang mengais rejeki.
Namun kesunyian dipecahkan oleh suara tangisan si Bayi di gendongan sang ibu tadi. Suara tangisan makin besar meskipun si Ibu berusaha membujuk anaknya. Rupanya si Ibu tahu bahwa bayinya sedang haus, maka si Ibu berusaha menyusui anaknya dengan ASInya.
Sang Ibupun siap2 untuk menyusui sang bayi dengan melonggarkan sebagian pakaian agar payudaranya bisa di capai oleh mulut bayinya. Mat pithi memperhatikan dengan seksama hal ini.
Akhirnya jadilah si Ibu menyusui ASI bayinyadan si bayi pun diam karena asyik minum ASI.
Rupanya hal ini justru tidak asyik buat Mat Pithi.
Dengan kalem dia menyapa si Ibu
Mat Pithi : ” Lho bu, didalam bis kota tidak boleh menyusui bu!”
Si Ibu: ”Emang kenapa pak kok gak boleh?”
Mat Pithi : ”Lho itu kan ada Tulisan Larangannya.”
Dengan kebingungan si Ibu mencari-cari tulisan yang di maksud, namun tetap dia tidak menemukan peringatan yang dimaksud Mat Pithi.
Si Ibu : ” Mana ya pak peringatan yang di Maksud?”
Mat Pithi : ” Lha itu bu ’DILARANG MENGELUARKAN ANGGOTA BADAN!’ Ya kan?”
Si Ibu : ”Iya ya.....” (sambil manggut-manggut dan memasukkan lagi ’anggota’ badannya)
Beberapa hari belakangan Mat Pithi bingung sama kelakuan istrinya, Ning Tini. Tiap mau berangkat kerja MatPithi selalu di mintai tolong untuk memencet ’anunya’ Ning Tini. Namun karena sayang dan cintanya sama sang istri dan biarpun dia ngantor selalu telat, Mat Pithi tidak protes ketika di mintai tolong oleh istrinya, untuk mencet ’anunya’ Ning Tini ketika istrinya menggunakan parfum Rexona.
Namun hari ini adalah lain, karena kemarin pagi ketika masuk telat lagi untuk yang kesekian kali, Mat Pithi di tegur sama bosnya. Mat Pithi bertekat menanyakan hal ini ke istrinya.
Benar saja ketika Mat Pithi mau berangkat kerja seperti biasa Ning Tini memanggil suaminya.
Ning Tini : ”Cak Mbok tulung pegangi anuku, aku mau pake Rexona di kelekku (ketiak:red)!
Mat Pithi : ”Lho kan bisa pake sendiri to? Kenapa aku harus megangi anu sampeyan?”
Ning Tini : ” Aku gak bisa pake sendiri Cak! Kan tangan kanan ku pegangi Rexona, terus dioleskan ke kelek kiriku, lha kalo kelek yang kanan kan diolesi sama tangan kiri.”
Mat Pithi : ” Lha kan ya sudah benar. Terus kenapa aku suruh megangi anu sampeyan segala?”
Ning Tini : ” Lha ini di Rexona ada tulisan ’UNTUK PEMAKAIAN PENCET BAGIAN BAWAH’. Lha gimana aku bisa mencet anuku, wong tanganku cuman dua”
Mat Pithi : ” Oalah Ning..Ning.....Itu maksudnya suruh mencet bagian bawah botolnya ini (sambil nunjuk botol Rexona) biar parfumnya keluar nyembur!!! Bukannya dipencet bagian bawahnya sampeyan.....!!!!!
Banyaknya peredaran uang palsu di negara kita mengharuskan kita waspada. Dibawah ini ada beberapa tips untuk mengetes keaslian uang rupiah dengan cara yang gampang.
1. Mengetes uang Rp100.000 - Rp50.000 dan Rp20.000 - Lipat menjadi 4 bagian secara simetris memanjang. - Tekan uang tersebut dengan perasaan secukupnya. - Buka perlahan-lahan lipatan uang tersebut. - Bila kacamata Bung Hatta, WR Supratman atau Ki Hajar pecah berarti palsu. - Khusus Rp50.000, periksa teks lagunya, kalau bukan Indonesia raya pasti palsu.
2. Mengetes uang Rp10.000 - Lipat menjadi 4 bagian secara memanjang - Tekan uang tersebut dengan tekanan secukupnya - Kalau uangnya jadi basah karena kawahnya tumpah atau kalau konde Cut Nyak lepas berarti palsu
3. Untuk uang Rp5.000 - Ambil sisir rambut di rumah, kemudian gesekkan pada uang tersebut. - Apabila jenggot Imam Bonjol rontok berarti palsu. Apabila tambah panjang berarti palsu juga!!
4. Untuk ngetes palsu-tidaknya seribuan (Rp1.000) Cari SD Negeri terdekat, cukup taruh di trotoar depan sekolah, kalau hilang berarti asli.
5. Uang 500-an kertas agak susah dites, karena anak-anak SD aja sudah nyuekin, satu-satunya cara adalah remes kencang-kencang, kalau monyetnya teriak berarti palsu.
Sudah 2 hari Mat Pithi nunggu realisasi penggantian kamera. Jadi sudah 2 hari ini Mat Pithi tidak cari liputan berita. Dia hanya bertugas didalam kantor saja. Kameranya rusak gara-gara dia meliput berita bentrok antara polisi dan Mahasiswa saat demonstrasi penolakan BHMN beberapa hari kemarin. Hari ini seperti dijanjikan akan segera direalisasikan penggantian oleh keuangan. Untuk itu dia sudah menunggu dimejanya. Jam 9 dia nanya ke bagian pengadaan, katanya persetujuan pengeluaran uang menunggu manajer keuangan yang lagi dinas keluar. Di janjikan sekitar pukul 11:00 wib mungkin manajer keuangan sudah datang di kantor. Sekitar jam 11:00wib manajer keuangan tiba dikantor. Langsung saja Mat Pithi nanyakan lagi ke Bagian keuangan. Akhirnya Manager keuangan memanggil Mat Pithi untuk minta penjelasan. Manajer : ” Gimana sih kok bisa rusak kameranya?” Mat pithi : ” Ya kemarin waktu ngliput demonstransi penolakan BHMN terjadi bentrok, eh.. tahu-tahu ada batu yang mampir di kamera, pecah deh. Makanya saya minta ganti kamera tersebut biar saya tetap bsa meliput berita.” Manajer : ” Ooooo Kapan itu?” Mat pithi : ” Ya kemarin waktu ngliput demonstransi penolakan BHMN.... ” Rupanya mat Pithi sudah mulai jengkel karena dari tadi masih aja diajak ngobrol dan tidak segera di setujui permintaan tersebu. Manajer : ” Tadi kenapa bisa rusak ya?” Mat pithi : ” Dipake pak!!! ” Manajer : ” Oooo? ” Mat pithi : ” ya pak.. sebenarnya ada cara agar kamera tetep awet pak! Umurnya bisa jadi puluhan tahu pak” Manajer : ” Oh ya!! gimana caranya ?” Mat pithi : ” Diemut pak!!! ”
Wis pirang-pirang dina Mat Pithi sambatan awake gak penak, Sing nggreges, pilek, flu, watuk. Wis pokoke sambate ngentekni tembung. Ning masiyo ngono, Mat Pithi tetep mlebu kerja. Kanggone lorone padatan dheweke mangan karo konco-koncone nyambut gawe neng warung langganane. “Wah awakku wis pirang-pirang dino iki ko rasane gak uenak blas yo..sing jelas puanas nganti saiki!” aloke Mat Pithi. “Awak thok tah? Sirahe gak?” takone koncone. “ Yo kabeh, awak, sirah, tangan, sikil. Mosok awak thok…. Mendhol lak’an…!!??” semaure Mat Pithi rodo gelo. “OOoooo… kabeh tah…Saiki sik panas? Pengin ngerti carane cik gak panas tah?” takone koncone maneh. “Yo…” “ Ngiyup ae cak… ra sah gawe obat, mengko lak gak kepanasen!” Mat Pithi, “##@@$$??!!” Ono sambungane…….
Hey..... para wanita yang mengaku cantik..... Jangan anda sombong merasa diri anda orng yang terpilih dan cantik, Secantik dan setenar apapun akhirnya anda adalah seperti berikut... Biar dia Luna MAya
Seorang pria pergi ke dokter dan mengeluhkan impotensi yang dideritanya. Dokter memberinya 3 butir pil seraya berkata, Makan satu , lalu ucapkan tut. Dan kalau kau ingin anumu turun lagi, maka katakana tut tut.
Ketika masih berada di ruang praktek dokter, pria tersebut langsung mencoba petujuk dokternya. Dan reaksi tablet itu memang luar biasa, setelah dia mengatakan tut tut barulah anunya turun kembali.
Dengan penuh sukacita pulanglah pria itu kerumah. Di tengah jalan , dia tergoda lagi untuk mecoba pil itu. Maka ditelannya pil yang kedua seraya mengatakan "tut". Dan kembali hasilnya sungguh luar biasa. Lalu tiba-tiba ada mobil melintas didekatnya. tut tut terdengar bunyi klakson dari mobil itu, dan anunya langsung turun kembali.
Akhirnya pulanglah pria itu dengan membawa sisa satu pil kerumah. Di depan pintu , ia telah disambut oleh istrinya yang telah memakai gaun yang begitu merangsang.
Dengan bersemangat , dibopongnya istrinya ke kamar. Tablet yang terakhir ditelannya seraya mengatakan tut.
Istrinya heran melihat tingkah lakunya, lalu berkata, “ Apa sih kok tut-tut ini?” Dan tentu saja, saat itu anunya turun kemabali dan dia sudah tidak punya tablet lagi… Lemeslah dia.
Mat Pithi termasuk Bapak sing cinta keluarga. Bengine masiyo awake ora pati sehat, neng omah Mat Pithi ngajari anake sing lagi sekolah SD. Sing lagi dipelajari Bahasa Indonesia. Yaiku bab istilah-istilah olah raga. “Pak, apa artine Gol?” Pitakone Mat Pithi Jr. “ Masuk, mlebu.” Jawabe Mat pithi cekak. “Oooooooo.” Grenenge Mat Pithi Jr. Ora suwe ana tamu neng ngrep kang uluk salam. “Assalamu’alaikum….. Kulonuwun……” “ Wa’ alaikum salam……Monggo… “ saure Mat Pithi. “ Le deloken neng ngarep sopo tamune!” Mat Pithi ngongkon anake. Anake neng ngarep nemoni tamune. Tibake tamune Pak RT. “ Ooo Pak RT.. Wonten menapa Pak?” Takone Mat Pithi Jr. “Bapakmu ono?” Pitakone Pak RT. “ Wonten Pak, taksih wonten wingking. Monggo gol…” wangsulane Mat Pithi Jr. Pak RT bingung, “kok kon Gol ki apa karepmu le?” “ Wau kulo diajari Bapak lek mlebet niku sami kalih gool.” Jawabe Mat Pihi Jr. cekak ===============Ono sambungane==============