Monday, December 22, 2008

Cara ngetes Uang Rupiah

Banyaknya peredaran uang palsu di negara kita mengharuskan kita waspada.
Dibawah ini ada beberapa tips untuk mengetes keaslian uang rupiah dengan cara yang gampang.

1. Mengetes uang Rp100.000 - Rp50.000 dan Rp20.000
- Lipat menjadi 4 bagian secara simetris memanjang.
- Tekan uang tersebut dengan perasaan secukupnya.
- Buka perlahan-lahan lipatan uang tersebut.
- Bila kacamata Bung Hatta, WR Supratman atau Ki Hajar pecah berarti palsu.
- Khusus Rp50.000, periksa teks lagunya, kalau bukan Indonesia raya pasti palsu.

2. Mengetes uang Rp10.000
- Lipat menjadi 4 bagian secara memanjang
- Tekan uang tersebut dengan tekanan secukupnya
- Kalau uangnya jadi basah karena kawahnya tumpah atau kalau konde Cut Nyak lepas berarti palsu

3. Untuk uang Rp5.000
- Ambil sisir rambut di rumah, kemudian gesekkan pada uang tersebut.
- Apabila jenggot Imam Bonjol rontok berarti palsu. Apabila tambah panjang berarti palsu juga!!

4. Untuk ngetes palsu-tidaknya seribuan (Rp1.000)
Cari SD Negeri terdekat, cukup taruh di trotoar depan sekolah, kalau hilang berarti asli.

5. Uang 500-an kertas agak susah dites, karena anak-anak SD aja sudah nyuekin, satu-satunya cara adalah remes kencang-kencang, kalau monyetnya teriak berarti palsu.

"Selamat Mencoba!"

Mat Pihi Kameranya rusak

Sudah 2 hari Mat Pithi nunggu realisasi penggantian kamera. Jadi sudah 2 hari ini Mat Pithi tidak cari liputan berita. Dia hanya bertugas didalam kantor saja. Kameranya rusak gara-gara dia meliput berita bentrok antara polisi dan Mahasiswa saat demonstrasi penolakan BHMN beberapa hari kemarin.
Hari ini seperti dijanjikan akan segera direalisasikan penggantian oleh keuangan. Untuk itu dia sudah menunggu dimejanya.
Jam 9 dia nanya ke bagian pengadaan, katanya persetujuan pengeluaran uang menunggu manajer keuangan yang lagi dinas keluar. Di janjikan sekitar pukul 11:00 wib mungkin manajer keuangan sudah datang di kantor.
Sekitar jam 11:00wib manajer keuangan tiba dikantor. Langsung saja Mat Pithi nanyakan lagi ke Bagian keuangan. Akhirnya Manager keuangan memanggil Mat Pithi untuk minta penjelasan.
Manajer : ” Gimana sih kok bisa rusak kameranya?”
Mat pithi : ” Ya kemarin waktu ngliput demonstransi penolakan BHMN terjadi bentrok, eh.. tahu-tahu ada batu yang mampir di kamera, pecah deh. Makanya saya minta ganti kamera tersebut biar saya tetap bsa meliput berita.”
Manajer : ” Ooooo Kapan itu?”
Mat pithi : ” Ya kemarin waktu ngliput demonstransi penolakan BHMN.... ”
Rupanya mat Pithi sudah mulai jengkel karena dari tadi masih aja diajak ngobrol dan tidak segera di setujui permintaan tersebu.
Manajer : ” Tadi kenapa bisa rusak ya?”
Mat pithi : ” Dipake pak!!! ”
Manajer : ” Oooo? ”
Mat pithi : ” ya pak.. sebenarnya ada cara agar kamera tetep awet pak! Umurnya bisa jadi puluhan tahu pak”
Manajer : ” Oh ya!! gimana caranya ?”
Mat pithi : ” Diemut pak!!! ”

Friday, December 19, 2008

Mat Pithi Panas

Wis pirang-pirang dina Mat Pithi sambatan awake gak penak, Sing nggreges, pilek, flu, watuk. Wis pokoke sambate ngentekni tembung. Ning masiyo ngono, Mat Pithi tetep mlebu kerja. Kanggone lorone padatan dheweke mangan karo konco-koncone nyambut gawe neng warung langganane.
“Wah awakku wis pirang-pirang dino iki ko rasane gak uenak blas yo..sing jelas puanas nganti saiki!” aloke Mat Pithi.
“Awak thok tah? Sirahe gak?” takone koncone.
“ Yo kabeh, awak, sirah, tangan, sikil. Mosok awak thok…. Mendhol lak’an…!!??” semaure Mat Pithi rodo gelo.
“OOoooo… kabeh tah…Saiki sik panas? Pengin ngerti carane cik gak panas tah?” takone koncone maneh.
“Yo…”
“ Ngiyup ae cak… ra sah gawe obat, mengko lak gak kepanasen!”
Mat Pithi, “##@@$$??!!”
Ono sambungane…….

Wednesday, December 17, 2008

Secantik apapun akhirnya ..........

Hey..... para wanita yang mengaku cantik.....
Jangan anda sombong merasa diri anda orng yang terpilih dan cantik,
Secantik dan setenar apapun akhirnya anda adalah seperti berikut...
Biar dia Luna MAya


Atau

Atau yang ini....
Jadi tetep kan???

Pil Mujarab Anti Loyo!

Seorang pria pergi ke dokter dan mengeluhkan impotensi yang dideritanya. Dokter memberinya 3 butir pil seraya berkata, Makan satu , lalu ucapkan tut. Dan kalau kau ingin anumu turun lagi, maka katakana tut tut.
Ketika masih berada di ruang praktek dokter, pria tersebut langsung mencoba petujuk dokternya. Dan reaksi tablet itu memang luar biasa, setelah dia mengatakan tut tut barulah anunya turun kembali.
Dengan penuh sukacita pulanglah pria itu kerumah. Di tengah jalan , dia tergoda lagi untuk mecoba pil itu. Maka ditelannya pil yang kedua seraya mengatakan "tut". Dan kembali hasilnya sungguh luar biasa. Lalu tiba-tiba ada mobil melintas didekatnya. tut tut terdengar bunyi klakson dari mobil itu, dan anunya langsung turun kembali.
Akhirnya pulanglah pria itu dengan membawa sisa satu pil kerumah. Di depan pintu , ia telah disambut oleh istrinya yang telah memakai gaun yang begitu merangsang.
Dengan bersemangat , dibopongnya istrinya ke kamar. Tablet yang terakhir ditelannya seraya mengatakan tut.
Istrinya heran melihat tingkah lakunya, lalu berkata, “ Apa sih kok tut-tut ini?”
Dan tentu saja, saat itu anunya turun kemabali dan dia sudah tidak punya tablet lagi…

Lemeslah dia.


Saturday, December 13, 2008

Mat Pithi : Gol

Mat Pithi termasuk Bapak sing cinta keluarga. Bengine masiyo awake ora pati sehat, neng omah Mat Pithi ngajari anake sing lagi sekolah SD. Sing lagi dipelajari Bahasa Indonesia. Yaiku bab istilah-istilah olah raga.
“Pak, apa artine Gol?” Pitakone Mat Pithi Jr.
“ Masuk, mlebu.” Jawabe Mat pithi cekak.
“Oooooooo.” Grenenge Mat Pithi Jr.
Ora suwe ana tamu neng ngrep kang uluk salam.
“Assalamu’alaikum….. Kulonuwun……”
“ Wa’ alaikum salam……Monggo… “ saure Mat Pithi.
“ Le deloken neng ngarep sopo tamune!” Mat Pithi ngongkon anake.
Anake neng ngarep nemoni tamune. Tibake tamune Pak RT.
“ Ooo Pak RT.. Wonten menapa Pak?” Takone Mat Pithi Jr.
“Bapakmu ono?” Pitakone Pak RT.
“ Wonten Pak, taksih wonten wingking. Monggo gol…” wangsulane Mat Pithi Jr.
Pak RT bingung, “kok kon Gol ki apa karepmu le?”
“ Wau kulo diajari Bapak lek mlebet niku sami kalih gool.” Jawabe Mat Pihi Jr. cekak
===============Ono sambungane==============

Friday, December 12, 2008

Mat Pithi : Kocok Dulu Sebelum Minum (versi Indonesia)

Hari ini Mat Pithi lagi tidak enak badan, sduah dua hari ini dia demam. Hampir satu mingguan dai tidarnya agak telat, karena mempersiapkan menghadapi audit external. Harusnya Mat Pithi mendapatkan penghargaan dari kantornya karena meski gak mendapatkan uang lembur, tapi Mat Pithi rela begadang dikantor demi menyelamatkan perusahaan dari audit.
Tapi dasar Mat Pithi termasuk karyawan yang bertanggung jawab maka dia tetep masuk kerja meskipun badannya demam, batuk dan flu. Di kantor mat Pithi minta tolong Office Boy untuk membelikan sirup obat batuk. Karena sudah agak parah, Mat Pithi langsung minum sirup yang dibelikan Office Boy tanpa nanya dan baca apapun.
Kelihatnnya Mat Pithi sadar setelah minum obat tersebut. Dengan pelan diambilnya obat ba tuk dan mulai dibaca.
Setelah membaca tulisan dikemasan obat batuk tadi Mat Pithi menggoyang-goyang perutnya seperti mengocok-kocok air diperutnya agak lama. Teman-temannya bertanya, “Ada apa Mat? KOk perutnya digoyang-goyan kayak ada yang tertinggal didalam perut? Makanya aku kocok sekarang”

” Ini lho.., aku tadi kan minum obat batuk. Sayangnya aku tadi tidak baca tulisan di kemasannya. Lha setelah aku baca ternyata ada tulisan KOCOK DULU SEBELUM DIMINUM”
…..”Ooooohhhhhhh”……………………..
=======bersambung ke Mat Pithi berikutnya=======

Mat Pithi : Kocok Dulu Sebelum Minum (versi Jawa)

Dina iki Mat Pithi lagi ora penak awake, wis rong dino nggreges. Wis meh semingguan dheweke turune rodo wengi-wengi. Soale kangge ngadhepi audit external. Kudune Mat Pithi oleh penghargaan teko bose, soale masiyo gak oleh lemburan dheweke lila kangge melekan neng kantor gawe nyiapi audit. Mbok menawa ana bab sing ndrawasi.
Ning dhasare Mat Pithi termauk karyawan sing tanggungjawab, dheweke tetep mlebu masiyo awake nggreges tur metu flu lan watuk e. Neng kantor Mat Pithi njaluk tulung nyang Office Boy dikon nukokne obat watuk sing rupa sirup. Mergo wis nemen tenan larane, Mat Pithi langsung ngombe obat sing bar ditukokne Office Boy tanpa takon obat apa sing ditukokne.
Rupane Mat Pithi sadar bar ngombe sirup obagt watuk mau. Kanthi kalem Mat Pithi maca tulisan sing nemplek nenggone bungkuse.
Bar maca tulisan Mat Pithi ujug-ujug nggoyang-nggoyang wetenge koyo wong kang lagi ngocak-ocak banyu rada suwe. Konco-koncone padha takon, “ Lho ana apa Mat, kok goyang-goyang koyo ana sing kari neng njero weteng?”
“Iki lho, aku mau ngombe sirup obat Watuk. Lha aku ra maca tulisane langsung tak ombe wae. Lha neng bungkuse ana tulisan KOCOK DULU SEBELUM DIMINUM, dadine y tak kocok saiki”
…..”Ooooohhhhhhh”……………………..
=======Ono sambungane=======

AYAH, SEX ITU APA SIH?

Suatu pagi seorang anak yang baru masuk sekolah dasar bertanya kepada ayahnya, 'Yah........ayah.......... sex itu apa sih, yah.....?'
Terperanjat si ayah mendengar pertanyaan si upik. Terbayang dia tentang arus moderen zaman sekarang yang membuat manusia berfikiran terbuka, termasuk anak yang masih kecil.
Sesuai dengan konsep pendidikan seks yang sedang hangat dibicarakan, mulailah si ayah mencari-cari jawaban yang sesuai dengan umur dan harapan anaknya yang ia harapkan tak mau tertinggal dalam arus pendidikan modern.
Maka si ayah pun mulai memberikan jawaban dengan mengkiaskan kumbang dan bunga, telur yang yang menetas berudu dan kemudian menjadi katak, hujan serta benih yang berkembang menjadi tunas, diikuti dengan pembentukan bayi dalam kandungan.
Sebelum mengakhiri semua jawaban itu, si ayah menyelipkan juga kisah percintaan antara ia dan mamanya sejak dari zaman sekolah menengah hingga sampai kelahiran seorang bayi comel yaitu si anak yang bertanya itu. Tiba-tiba si anak menangis terisak-isak. Si ayah keheranan.
'Eh kenapa yah.....?'

Si ayah bertanya keheranan. Tetapi si anak masih tetap menangis.
'Jawabanya panjang amat........... hu.........hu........hu, terus dimana tempat untuk nulis jawabannya.............? Ayah ajalah yang nulis jawabannya !!!!! .......hu......hu........hu

Si upik lantas menyerahkan buku latihan Bahasa Ingris yang pada muka depannya tertulis..................

NAME : ...................................
SCHOOL : ..................................
CLASS : ....................................
SEX : ...................................

Wednesday, December 10, 2008

Judul Film dalam bahasa Batak

Drunken Master = Parmitu
Any Given Sunday=Marminggu Hamu Fuang
The Gift = Durung-Durung
Run Away Jury = Martabuni Ho Tulang
apa lagi, yah...? bentar, aku lagi mikir-mikir. . mmmhhhh...
Step Mom= Inang Panirang-Nirangan
Lion King = Sisingamangaraja
Beautiful Mind = Nipi Nama i
Mr. & Mrs. Smith = Smith Dohot Oroan na.
Rest In Peace = Dison Do Maradian (bah, judul film apa pulak ini)

Judul Film dalam bahasa Minang

Enemy at the Gates = Lah tibo lawan di pintu...
Batman Forever = Kalalauang
Remember the Titans = Lai Takana jo si Titan
The Italian Job = Karajo maliang
Die Hard = Payah matinyo
Die Hard II = Alun Juo Mati Lai...?
Die Hard III With A Vengeance = Ondeh Mandeh.. ndak juo mati mati doh...?
Bad Boys = Anak Kalera
Sleepless in Seattle = Mangantuak..
Lost in Space = Ilang di awang awang
Brokeback Mountain = Gunuang patah tulang
Cheaper by Dozens = Bali salusin tambah murah..
You've got Mail = Ado surek tuh ha...
Paycheck = Pitih Gaji
Independence Day = Hari Rayo
The Day After Tomorrow = Saisuak
Die Another Day = Ndak kini matinyo..?
There is Something About Marry = Manga si Merry yo..?
Silence of the Lamb = Kambiang pangambok
All The Pretty Horses = Kudonyo rancak-rancak
Planet of the Apes = Planet Siamang
Gone in Sixty Seconds = Barangkek lah waang Lai
Original Sin = Sabana-bana doso...
Mummy Returns = Lah Baliak si One tadi..?
Crash = Balago kambiang
Copycat = Kopi Kuciang
Seabiscuit = Makan Biskuit di Lauik
Freddy vs Jason = Bacakak
Just in Heaven = Lah di Surgo
Air Bud = aia si Budi
How To Lose A Guy in 10 Days = Baa caronyo manyipak urang..
Lord Of The Ring = Juragan batu cincin
Deep Impact = Taraso dalamnyo
Million Dollar Baby = Anak Rangkayo
Blackhawk Down = Buruang itam si Don
Saving Private Ryan = Mahagia les ka si Ryan
Dumb and Dumber = Pakak jo sabana Pandia..

Judul Film dalam bahasa Sunda

Saving Private Ryan = Nulungan si Rian
Enemy At The Gate = Musuh Ngajedog di Pager
Die Hard = Teu Paeh-Paeh
Die Hard II = Can Paeh Keneh
Die Hard III With A Vengeance - Nya'an euy Hese Pisan Paehna
Bad Boys = Leutik-leutik legeg
Rocky = Osok Neunggeulan Batur
Rain Man = Lalaki Cicing di Bogor
Here's Something About Marry = Ari Ceu Meri Teh Kunaon?
Mission Impossible = Moal Bisa
Titanic = Tilelep
Paycheck = Nganjuk Heula
Reign of Fire = Beubeuleuman
Original Sin = Tara Ka Mesjid
Sleepless In Seattle = Cenghar Di Ciateul
Silence of The Lambs = Embe Pundung
Ghost = Jurig Kasep
Bad Boys = Budak Baong
Are We There Yet? = Lila Teuing Nepina Euy?
Home Alone = Tinggaleun
Casablanca = Mengkol Ti Sudirman
Gone In Sixty Seconds = Indit Siah Kaditu!
The Awakening = Hudang Sare
After The Sunset = Tereh Maghrib
The End of Days = Se'ep Waktosna

Mat Pithi Jr : Lampu koq diemut

Seorang guru Kelas 1 SD melakukan tanya jawab pada murud-muridnya
Guru : "Coba sebutkan benda apa saja yang bisa dihisap/di mut, kamu Ita"
Ani : "Permen pak guru"
Guru : "Ya betul"
Guru : "Apalagi, kamu Toni"
Eko : "Vitamin C tablet Pak..."
Guru : "Yaah boleh lah"
Guru : "Apa lagi, coba kamu Sodron"
Mat Pithi (Jr) : "Lampu pak..."
Guru : "Lho koq lampu"
Mat Pithi (Jr) : "Iya pak, tadi malam ibuku bilang pada Bapak ku, sudah lampunya segera matikan, sini tak emutnya, gitu hee, betulkan pak guru?"
Guru : "Mangkanya kalau tidur telinganya disumpet..."

Judul Film dalam bahasa Jawa

Enemy at the Gates = Musuhe Wis Tekan Gapuro
Die Another Day =Modare Ojo Saiki
Die Hard = Matine Angel
Die Hard II = Matine Angel Tenan
Die Hard III With A Vengeance = Kowe Kok Ra Mati-Mati To?
Die Hard IV (Die) = Jan Tenanan, Arep Mati Kok Angel Tenan
Bad Boys = Bocah-Bocah Elek
Catwoman = Kucing Wedok
Man of Fire =Wong Lanang Kesumuken
No Way Back = Ora Iso Mulih (kesasar to?)
Just Married = Mantenan
Red Eye = Matane Abang (klilipan opo?)
Casino Royale = Togel Akeh Duite
The Hoax = Ngapusi
Harry Potter = Harry Dodol
Pot Lost in Space = Ilang Neng Awang-awang
X-Men = Wong Lanang Saru
X-Men 2 = Wong Lanang Saru Tenan
Cheaper by the Dozen = Tuku Selusin Luwih Murah
Paycheck = Kasbon
Independence Day = Pitulasan
There is Something About Marry = Meri Ono Apa-Apane
Silence of the Lamb = Wedhuse Mutung
All The Pretty Horses = Jarane Ayu-Ayu
Planet of the Apes = Planete Wong Apes
Gone in Sixty Second = Minggat Sakcepete
Original Sin = Dosa Tenanan
The Abyss = Entek-Entekan
Deja Vu = Pangling
Seabiscuit = Klethikan Neng Laut
Terminator = Terminal Montor
How To Lose A Guy in 10 Days = Piye Carane Megat Lanangan Mung 10 Dino
Lord Of The Ring = Pedagang Akik
Deep Impact = Ngantem Njero
Million Dollar Baby = Babi Regone Sayuto
Blackhawk Down = Manuk Ireng Kenek Bedhil
Saving Private Ryan = Ngelesi Privat Mas Ryan (pancene goblog tenan opo?)
Gone With The Wind = Wes Ewes Ewes, Bablas Angine
Because I Said So = Dikandani Kok Ngeyel Temen Sih
Superman = Gatot Koco

Tuesday, December 9, 2008

Mat Pithi : Obat Penurun Panas

Hari ini Mat Pithi sedang tidak ada Job cari liputan karena liputan sudah di handle wartawan lain. di Kantor Mat Pithi sedang ada audit external. Yang mengaudit orangnya cukup streng bin serius dan tidak begitu suka humor. Seperti biasa waktu makan siang Auditor di ajak makan bareng di warung yang representative.
Waktu makan tentunya sambil ngobrol untuk mencairkan suasana. Dasar si Auditor orangnya tidak suka humor maka diajak guyon apapun di tanggapi dengan serius. Bagi Mat Pithi tidak ada halangan untuk tidak bikin Joke. Kebetulan minuman yang disajikan ke Auditor adalah teh hangat yang agak kepanasan padahal Auditornya pesen minuman teh hangat, bukan teh panas.
"Minumannya panas ya Pak?" tanya Mat Pithi
"Ya tuh! Tahu nih, pesen hangat kok dikasih panas!" jawab si auditor singkat.
Rupanya Mat Pithi punya banyolan juga di saat yang seperti ini.
"Mau yang gakbegitu panas Pak?" tanya Mat Pithi gak kalah serius.
Si Auditor menanggapi dengan harapan dia ditawari ganti minuman yang agak dingin alias tidak terlalu panas oleh si Mat Pithi maka dia jawab singkat.
" Ya!"
"Di kasih Obat penurun panas aja Pak! Kan turun panasnya nanti!!"
Oalah Mat .... orang minuman kok dikasih parasetamol!!!!

Liars

A soldier went to his C.O., a colonel, and askd leave to go home because his wife was ill.
"I don't like to refuse, John," said the CO, "but as a matter of fact, I've just had a letter from your wife saying she was allright now and, therefore, leave is not necessary".
The man saluted and turned to go. At the door he stopped, turned and remarked:
"Colonel, there are two whopping liars in this regiment, and I'm one of them. I'm not married".

Monday, December 8, 2008

Mat Pithi : Menjaga Keperawanan dengan Jarum Pentul

Seorang ibu memberi pesan kepada anak perempuannya...
Ibu : Nak... Tolong dijaga baik-baik keperawanan kamu, jangan sampai jatuh sebelum kamu menikah!
Anak : Baik bu, akan aku jaga dengan baik.
Suatu hari sang anak lagi jalan-jalan, tetapi sepanjang jalan sang anak selalu nengok ke belakang dan jalan pelan-pelan. Ditengah perjalanan ia bertemu dengan
Mat Pithi, pemuda kampungnya.
Mat Pithi : Kanapa jalanmu sambil nengok belakang, ada apa?
Anak : Anu Mat, aku takut keperawananku jatuh.
Mat Pithi : Oohh... gitu toh! Gimana kalo kamu ikut aku biar kaperawananmu aku paku pakai jarum pentul biar gak jatuh!?
Anak : Beneran mas? Aku mau!
Sampe dirumah
Mat Pithi, mereka melakukan pemakuan pake jarum pentul asli punya Mat Pithi.
Anak : Mas... Kog sakit sih???
Mat Pithi : Iya, karena jarum pentulnya besar, biar kuat dan enggak jatuh lagi kalau kamu jalan!
Seusai peristiwa tersebut, baliklah anak gadis itu kerumahnya. Sampainya dirumah, ia langsung menemui ibunya.
Anak : Bu... Sekarang aku enggak takut lagi keperawananku jatuh karena tadi udah di paku biar kuat dan enggak bisa jatuh!
Ibu : Di paku!!!!...
Anak : Iya... pakai jarum pentul punya anak kampung desa sebelah! Jarumnya kuat dan besar, kata anak kampung itu biar kuat dan enggak jatuh lagi.
Mendengar perkataan anaknya seketika ibunya pingsan....

Penjual Bakso

Anak :" Bu,ada orang memelas!”
Ibu : “Emang,memelasnya bagaimana?”
Anak :”Bakso……Bakso!”

Guru galak alias Guru Ngaco

Di sebuah toilet SD terdapat seorang siswa & guru galak
Guru: “Siapa di dalam?”
Siswa: “Saya pak! Risman!”
Guru:”Ngapain ?”
Siswa:”Buang air besar,Pak!”
Guru:”Sudah selesai?”
Siswa:”Belum,Pak!”
Guru:”Ya sudah,selesai nggak selesai kumpulin”

Jalan paling seram

Jalan apa yang paling seram?


jawab:

Jalan kung

Mat Pithi : Aku Juga Jancuk

Mulih teko wawancara karo Artis Cinta Laura, Mat Pithi numpak bis kota. Wis koyo biasane bis kota kebak karo penumpang. Ning dhasare Mat Pithi termasuk wartawan sing ulet dhe’e iso oleh lungguhan. Ndilalah lungguhe cedhak karo Bule sing lagi mlancong neng Indonesia. Kanthi setel kendel Mat Pithi nyoba ngajak jagongan si Bule. Rupane Mat Pithi wis lancer Bahasa Inggrise
Mat Pithi : “ Hai men!! How are you?”
Bule : “ I’m fine, how are you?”
Mat Pithi : “ I’m fine too. Where you come from?” (maksude : Teko ngendi asalmu)
Bule : “I come from Yogyakarta, I just coming at Surabaya. Where are you?”
Mat Pithi : “ I am from talking-talking with Cinta Laura? You now? ” ( Maksude: Saya barusan wawancara dengan Cinta Laura, anda tahu kan?)
Bule : “No! What do your profession? Do you a reporter?”
Mat Pithi : “Yes I am…. “
Bule : “When your newspaper will be released?
Mat Pithi : “ If not tomorrow yes Next Sunday.” (Maksude lek gak sesuk yo minggu ngarep)
Rupane si Mat Pith iwis kentekan bahan omongan, lan si Bule ethok2 manthuk2 masiyo gak ngerti opo jawabane Mat Pithi mau. Dinane tambah panas apa maneh bis kotane kebak penumpang. Kanggo ngilangne sumuk Mat Pithi kipas2 gawe Koran sing digawa.
Mat Pithi : “ Juancuk panase rek!!” kandhane Mat Pithi karo kipas-kipas. Rupane si Bule sing ngerti Bahasa Indonesia nyambungi omongane Mat Pithi kanthi kipas-kipas,
“ Saya Juga Jancuk!!”
Maksude si bule mungkin dhe'e yo kepanases...

= = Bersambung di Mat Pithi Episode selanjutnya==

Thursday, December 4, 2008

Apapun Agar Lulus Ujian...

Seorang mahasiswi seksi yang terancam gagal ujian mendatangi kantor dosennya yang masih muda. Dia melirik ke sekililingnya sebentar, menutup pintunya, dan langsung berlutut di hadapan sang dosen sambil memohon.

"Pak Dosen, Saya bersedia melakukan apapun juga agar lulus ujian....", ujarnya sambil melirik genit.

Lalu sang mahasiswi mendekat ke arah dosennya, menyibakkab rambutnya, menatap matanya penuh arti. "Kalau Bapak masih belum mengerti maksud saya..." bisiknya, "Saya bersedia melakukan apapun, apa saja yang Bapak mau..."

Dosen muda tadi membalas tatapannya, "Apapun?"

"Apapun!", jawab sang mahasiswi secepatnya.

Suara dosen itu melembut, "Apapun?"

"Apapun...."

Akhirnya Pak dosen berbisik, "Maukah kamu......... belajar?"

Wednesday, December 3, 2008

Mat Pithi dadi Wartawan (versi ganda)

Bar mulih teko melancong ndelok bal-balan neng Jerman, Mat pithi terus si pecat soko panggonan kerjone. Soale di anggep konditene elek karo atasane.
Ning dhasare Mat Pithi termasuk wong sing lincah, Mat Pithi oleh sambutan gawe ing salah sijine Tabloid. Dinane iki oleh tugas wawancara ambek Cinta Luwra

Mat Pithi : "Terus Cinta ada rencana nyanyi gak?"

CL: "Akyu penghen jadi penyanyih seperci Mulan. Cinta kemaryin syudah nyanyi di dephan Ahmad Dhani, he had listen my voice. Katanya Ahmad Dhani, Cinta tinggal naik panggung aja."

Mat Pithi :"Boleh dong penonton liat Cinta nyanyi... Siap kan ?"

CL: "Boleh... Dengerin ya..." *tarik nafas* " So why or a jump you... Jump you go down tell a.... So why or a cat em you... Cat em you peace and ga why gell a..."

Mat Pithi : *bingung* "Lagu apa itu Cinta?!"

CL: "Suwe ora jamu... Bagus kan ?" *tersenyum sumringah*

Mat Pithi : Ndhasmu....


Tuesday, December 2, 2008

Mat Pithi Numpak Pesawat (versi Suroboyoan)

Mat Pithi Numpak Pesawat (versi Suroboyoan)

Iki crito soal pengalamane Mat Pithi waktu budal nang Jerman numpak pesawat. Sekali sekali rek ndelok piala dunia secara langsung. bosen ndelok Liga Indonesia tok soale nek sing main Persebaya pasti akeh tawurane timbang bal-balane. Oh iyo, kabeh pembicaraan nang cerito iki asline nggae bahasa Inggris, cumak wis diterjemahno ambek penulis nang boso Suroboyoan cek sampeyan2 ngerti kabeh. Critane Mat Pithi milih numpak Singapore Airlines. Soale masio tikete rodok larang tapi krungu2 pelayanane SQ iku jare sing terbaik sak dunia, pesawate generasi anyar kabeh, fasilitase canggih, panganane yo enak, trus sing penting pramugarine ayu2 & dukur2 (maksute rok'e sing dukur).

Tiba'e bener, perjalanan mulai teko Juanda sampek meh tekan Jerman gak tau sepi teko panganan. Begitu juga ngombe. Pokok'e nek ketok gelase penumpang isine kari sitik ambek pramugari langsung ditawari nambah utowo ganti pesen liyane. Mat Pithi wetenge sampek kuwarek'en gara2 terus terusan mangan & ngombe. Mari mangan steak unto, ngombe jus strawberry. Trus nambah kopi susu, pesen burger salmon ambek wedang jahe, nambah tuak, es tebu akhire pesen kupang & es degan.. Iku ae dhe'e jik pingin pesen lorjuk & rambak katak digae camilan, saking gak onok.

Jare pramugarine ngene "Nek pesen panganan sing iku nango Kenjeran ae Cak, ojo ndik kene". Gendeng pancen Mat Pithi ... pesawat dianggep koyok warung ae. Akibate yo wis mesti, durung sampek tekan Jerman Mat Pithi wis kebelet ………

Mat Pithi langsung mlayu nang toilet. Ndilalah pas tekan kono, toilet lanange onok uwonge. Mat Pithi bingung, raine mulai pucet karena ngempet, kringete mulai metu sak jagung jagung.

Pramugarine mesakno ndelok Mat Pithi koyok ngono akhire ngomong ngene "Yo wis Cak, sampeyan nggaweo toilet cewek ae. Tapi ojok sampek mijet tombol2 sing onok ndik njero yo. Pokok'e nek wis mari ngising ndang siramen trus metuo".

Pramugarine terpaksa ngijinno Mat Pithi mlebu toilet cewek. Pikire ngene "Timbang wong iku kebobolan nang karpet, engko yo aku dewe sing repot ngepel"

Mat Pithi nang njero toilet cewek. Lego wis..... Mari ngising & nguyuh. Lha nang kono dhe'e pancen ndelok akeh tombol2 sing onok tulisane WW , WA , PP & ATR. Dasare arek Suroboyo, Mat Pithi tambah penasaran tombol2 iku digae opo ae, trus opo'o dhe'e kok dilarang mijet tombol2 iku ambek pramugarine. Ilmu kebone mulai metu. Kebo iku nek disurung sungune lak

malah nyurung ta. Podho ambek Mat Pithi, nek dilarang malah koyok dikongkon.

Mat Pithi mulai ati2 nyoba mijet tombol WW...... langsung srooooootttt…

metu banyu anget nyemprot silite. "Oh, tiba'e iki artine Warm Water digae cewok … wah, enak'e rek toilet cewek" batine Mat Pithi.

Mat Pithi tambah penasaran .. dhe'e nyoba mijet tombol liyane. Mat Pithi mijet tombol WA … whuuuussss …..langsung metu udara anget digae pengering. "Mmm.. tiba'e WA iki artine Warm Air. Mangkane wong wedok cik betahe suwi nang njero toilet, lha wong fasilitase

koyok ngene"

Terus Mat Pithi mijet tombol PP.. Langsung metu bantalane wedak (PowderPuff) medak'i silite sing wis garing. Mat Pithi tambah kagum campur nggumun, tapi yo kudu ngguyu ... "Hahahaha... . taek .. taek, lek nang Suroboyo umume sing diwedak'i iku lak rai ta. Kok nang kene silit barang diwedak'i"

Mat Pithi sing tambah penasaran akhire gak ragu ragu maneh mijet tombol ATR …………

Grobyaaakkk. .. Mat Pithi tibo jempalitan teko toilet, awak'e glocoran getih .....Mat Pithi semaput, dunia koyok dadi peteng... Pas sadar Mat Pithi wis turu nang kasure rumah sakit, onok selang infus mancep nang tangan tengene, nang sebelahe onok alat monitoring detak jantung.

Mat Pithi bingung puoll … Dhe'e takon nang perawat sing jogo "Sus, yok opo critane kok aku iso sampek diopname nang rumah sakit, padahal maune kan nang njero toilet pesawat".

Perawat iku mau terus nerangno … "Ngene Cak…. Nurut hasil investigasine kru pesawat, waktu iku sampeyan mlebu toilet cewek, trus mijet tombol ATR. Padahal tombol iku artine kan Automatic Tampon Removal, fungsine digawe nyopot tampon secara otomatis. Sampeyan ngerti gak .. tampon iku lak pembalut wanita sing bentuk'e batangan, trus dilebokno nang "anune"

cewek. Akibate lek sing nggawe wong lanang yo ngeneiki, manuk sampeyan ketarik alat iku sampek brodol sak jembut-jembute !!!".

"@#%#%*9$*@# , duobol, kirik, juamput, taek, asu" Mat Pithi misuh misuh

gak karuan nang njero ati.

"Trus yok opo iki Sus" saking bingunge Mat Pithi sampek gak eruh opo sing arep ditakokno.

"Sampeyan gak usah kuatir Cak, kabeh biaya pengobatan ditanggung SQ ditambah sampeyan oleh tiket gratis gae balik nang Suroboyo"

"Lha trus manukku ?"

"Tenang ae …. RS nang Jerman iki canggih2. Manuk sampeyan wis disambung maneh dan jare tim dokter iso berfungsi normal koyok biyen"

"Hah, koyok biyen maneh??? lak cilik rek !!!!. Jancuuuuuuuuuukkk…!!!!!. Ngerti ngono aku njaluk disambung ambek manuk'e jaran mumpung gratis" khusus sing iki Mat Pithi ngomonge nggae boso suroboyoan.

"What did you say ???" jare sustere.

Oooalahh Mat .. Mat, nasibmu pancen apes. Tiwas adoh2 budhal nang Jerman, entek duwit akeh, tiba'e tekan kono mlebu rumah sakit.

Akhire Mat Pithi mek iso ndelok bal-balan nang TVne rumah sakit. Lha nek cumak ngono ae lak podho karo sing ndik Indonesia rek.


Koyo tulisan sing di krim Koncoku,Romawan

Mat Pithi Naik Pesawat(versi Bahasa Indonesia)

Ini certia tentang Mat Pithi waktu berangkat ke Jerman, ketika rame-ramenya piala dunia. Sudah lama Mat Pithi berencana melihatnya langsung, tidak lewat Tivi sehingga dia semangat bepergian ke Jerman. Dia pikir ” Sekali-sekali rek nontos sepakbola secara langsung. Sudah gak jaman nonton sepakbola memalui tv, gak gengsi! Bosen nonton sepakbola Liga Indonesia, soalnya kalo yang main Persebaya paling-paling banyak tawurannya daripada sepakbolanya sendiri”. Akhirnya dengan tekat bulat dia pesan tiket pesawat.
Untuk memilih maskapai, Mat Pithi mempertimbangkan saran dari teman-teman dia untuk memakai SQ. Katanya pelayanannya terkenal terbaik sedunia pesawatnya generasai terbaru, fasilitas canggih, pramugari ramah, makanan enak dan melimpah dan yang paling penting Pramugarinya cakep-cakep dan tinggi-tinggi....(maksudnya roknya yang tinggi).
Meskipun tiketnya agak mahal dikit akhirnya Mat Pithi. Ternyata bener juga, Mulai Juanda sampai hampir di Jerman di pesawat makanan dan tak pernah berhenti. Begitu tahu cangkir penumpang mulai kosong, pramugari pasti segera menawari mau tambah lagi atau pesan minuman lainnya. Karena terus menerus makan maka perut Mat Pithi sampai kekenyangan. Maklum orang kampung gak pernah makan enak sekali tahumakan enak dan gratis terus aja. Habis makan steak Onta minum juice strawberry, nambah kopi susu, pesen burger salmon sama wedang jahe, nambah tuak, es tebu, akhire pesen kupang sama es degan.....(apa ya ada sih... dasar wong kampung). Itupun dia masih pengin makan lorjuk + rambak katak dibuat camilan, tapi kan pasti gak ada. Kata si Pramugari,”Kalo pesen makanan yang itu Jangan disini Cak! Pesen aja di Kenjeran ato dipasar Kranggan sana!!!” ( Ternyata Pramugarinya ada juga yang berasal dari Surabaya sampai kenal banget sama wilayah yang terkenal dengan makanan kupangnya..wwah hebat orang Indonesia)..Yang Gila memang Mat Pithi, masak pesawat diaggap warung saja.
Akibatnya sudah pasti. Sebelum nyampe di Jerman perut Mat Pithi Sakit Bin Mules dan bikin dia kebelet...........
Mat Pithi langsung menuju toliet pesawat. Dasar nasib lagi apes, ndilalah (apa ya bahasa Indonesianya?............) kok pas Toilet Prianya penuh... yang ada tinggal toliet perempuan. Mat Pithi bingung bin pucat mukanya karena menahan benda yang mau keluar. Keringat keluar sebiji jagung. Pramugarinya kasihan melihat Mat Pithi, akhirnya menijinkan Mat Pithi untuk memakai Toilet Wanita tapi dengan pesan begini,” Ya wis Cak ( ternyata pramugari yang berasal dari Surabaya yang tadi....) sampeyan pake toliet wanita aja, tapi jangan sampe nekan-nekan Tombol yang ada didalam ya!! Pokoknya habis berak segera disiram dan silakan keluar!!”
Pramugari terpaksa mengijinkan Mat Pithi masuk ke Toilet wanita, dia pikir gini, ”Lha daripada orang tadi kebobolan di karpet yang repot juga aku sendiri. Aku harus ngepel...! Nggak lah yauw.....”
Mat Pithi didalam toilet wanita segera menunaikan tugas yang sudah di ubun-ubun belakang.....( ngomong anus ato dubur nanti gak enak..) Lega sudah. Nah didalam toilet ini Mat Pithi melihat banyak Tombol-tombol yang ada tulisannya WW, WA, PP dan ATR. Dasar orang Surabaya, Mat Pithi makin penasaran tombol-tombol itu dibuat apa aja...”Kenapa aku kok mesti dilarang nekan tombol-tombol itu sama pramugarinya ?” Keluarlah ilmu ndableknya dia. Mencobalah dia menekan tombol-tombol yang ada..
Mat Pithi dengan hati-hati menekan tombol WW............”sroooooooottttt” keluar air hangat yang nyemprot ke anusnya (...terpaksa pake kata ini...kalau pakai kata ”silit” itu bukan bahasa Indonesia....). ”Ooooooooo ternyata artinya Warm Water dipake cebok ....Wah ternyata enak rek toilet cewek.” batin Mat Pithi.
Mat Pithi makin penasaran. Dia nekan tombol yang lainnya. Tombol WA hati-hati ditekan tombol.
Tiba-tiba........wuuuussssshhshhhhh... Keluarlah angin hangat yang mengeringkan bagian dubur dan bokong nya (....dubur=’silit’).....”Ooooooooohhhhh ternyata artinya Warm Air dipake ngeringkan bokong....Wah gila rek... enak tenan toilet cewek. Makanya cewek-cewek pada kerasan berlama-lama didalam toilet...eh gak tahunya lah wong silit ’aja’ disemprot gini......” batin Mat Pithi.
Selanjutnya dia tekan tombol PP.. Dia tertawa terbahak-bahak ketika bokong plus ”silit’nya di bedaki .....”Oalah......PP artine Powder Puff tah?? Ha...ha..ha... Wong bokong aja dibedakin segala.. Padahal kalo di Surabaya umumnya yang di bedakin kan wajah...keculai bokongnya bayi.....ha...ha..ha.. hebat-hebat!!” sambil terus tertawa terbahak-bahak Mat Pithi terus bergumam...
Selanjutnya rasa penasarannya dituntaskan dengan menekan tombol ATR..........Begitu ’tit’..
”Grobyak!!!!!!” Tubuh Mat Pithi jatuh dan blingsatan gak karuan ditambah rasa sakit luar biasa karena dari daerah ”anu”nya keluar banyak darah segar. Karena gak kuat menahan rasa sakit, akhirnya Mat Pithi pingsan.
Tahu-tahu dia sudah di rumah sakit dengan selang infus, bantuan pernafasasan menempel ditubuhnya.
Bertanyalah pada suster yang merawatnya.
”Ada apa ini sus? Dimana saya? Kenapa saya? Seingatku aku terakhir ditoilet pesawat.?” Tanya mat Pithi.
“ Menurut investigasi awak pesawat sampeyan menekan tombol ATR! Didlam toilet wanita.”
“Lalu apa maslahnya??!!” Tanya Mat Pithi masih tidak mengerti. Kenapa wong Cuma tombol sekecil itu dia harus masuk rumah sakit..
” Sampeyan tahu artinya tombol ATR Gak? Tombol itu berarti Automatic Tampon Removal. Alat ini mecabut Tampon yang dipake wanita secara otomatis. Tahu tampon gak? Tampon itu pembalut wanita yang bentuknya batangan yang mirip kayak burung sampeyan dan dimasukkan ke ”anunya” cewek. Jadi begitu sampeyan menekan tombol ATR ini burung sampeyan di cabut sama rambutnya sekalian, karena dianggap tampon oleh mesin ...”
”Ha.........??##??? Terus gimana Sus??”
”Tenang aja. Semua biaya sudah diatanggung sama SQ. Jadi sampeyan gak usah bingung. Gak usah panik, gak usah repot cari utangan untuk bayar biaya rumah sakit. Malah sampeyan dapat tiket gratis untuk pulang ke Surabaya. Jadi tenang aja. Gak usah bnayk pikiran.” Ujar suster menenangkan..
“Tenang-tenang dengkulmu ambles.... Orang kehilangan senjata pamungkas kok disuruh tenang-tenang!!! Mbok ndhewor (bojoku) nanti terus tak tembak pake apa?“ batin Mat Pithi dengan dongkolnya.
“Maksudku, burungku gimana Sus?” Ulang Mat Pithi penasaran.

“Ooooooooooooooooo tenang Cak!!! Di Jerman sini kan ilmu kedokteran sudah canggih….Jadi Burung sampeyan sudah disambung dan menurut team dokter Burung sampeyan akan berfungsi dan kembali seperti sedia kala. Jadi jangan khawatir sampeyan.”
“ Hah??!! Kayak dulu??? Kan Kecil Rek???!!##$$. Juuuancukkkkk (kalau yang ini bahasa Suroboyoan gak bisa di Indonesiakan), tahu gitu aku minta disambung sama ‘burungnya’ kuda!! Kan Besar… mumpung Gratis……” Teriak Mat Pithi dengan nada menyesal.
“What do you say?” Tanya Suster karena gak paham apa maksud opongan Mat pithi…..

Oalah… Mat..Mat….mau nonton sepakbola di TV aja kok jauh-jauh ke Jerman. Di surabya juga kan bisa.. malah bis nonton bareng juga kan??? Sudah habs duit banyak, kehilangan burung, nonton dirumah sakit lagi!!!!!


Seperti yang dikirimkan teman saya Romawan